Setengah penduduk dunia menghabiskan 2-6 jam sehari bermain sosial media dan angkanya terus meningkat setiap hari. Sebagian besar hal ini terjadi karena Steve Jobs si penemu iPhone dan Apple komputer.

Meskipun demikian, Steve tidak bermain Facebook maupun Twitter. Seperti mayoritas para penemu lainnya, Steve selalu mencari ide baru dan beliau meyakini tatap muka langsung adalah sumber langsung terbaik. Beliau juga percaya kreativitas datang pertemuan spontan dan diskusi acak.

Meski Steve Jobs menemukan iPhone, ia tak melakukannya sendiri. Ia berbagi penghargaannya lebih dari 10 penemu lain. Mereka sering mengadakan pertemuan. Dapat dikatakan bahwa resep penemuan FaceTime Apple adalah banyaknya pertemuan langsung di dunia nyata, terutama dengan seorang pria bernama Roberto Garcia.

Baca Juga : Asal Mula Adanya Hari Kabisat di Bulan Februari

Analogi Titik-Titik Steve Jobs

Alasan lain Steve tidak menghabiskan waktu di sosial media adalah begitu banyaknya ide bagus yang dia dapatkan dari inspirasi tak terduga di dunia nyata. Saat membahas kreativitas, Steve banyak membahas tentang menghubungkan titik-titik. Mungkin lebih akurat jika dikatakan Steve yakin kita harus mengumpulkan titik-titik tersebut dahulu.

Sebagai contoh, Anda pasti pernah mendengar bahwa Steve Jobs putus kuliah. Pernyataan tersebut adalah benar tetapi juga menyesatkan. Lebih tepatnya, Steve bukan putus kuliah melainkan sering mampir kuliah. Tak hanya tetap mendatangi kampus, tapi Steve pun tetap menghadiri kuliah. Dia menghadiri semua jenis mata kuliah yang kini berdampak besar pada komputer modern dan mempengaruhi semua tulisan yang kita baca kini.

Saat Steve tidak perlu mengkhawatirkan syarat untuk jurusannya, dia bebas untuk mengamati kelas yang diminatinya. Dengan jadwal yang lebih longgar, dia bisa lebih sering jalan-jalan, menghadiri konser, dan kuliah-kuliah yang tidak ada kaitan dengan bidangnya.

Semua acara tersebut diiklankan dalam banyak poster. Steve mulai mengamati poster-poster tersebut bukan sebagai sebuah informasi acara, tetapi sebagai karya seni. Karya seni yang mendorong Steve memperluas dunianya. Bagaimana mereka melakukannya?

Ya, dengan calligraphi. Calligraphi adalah sebuah jenis tulisan indah dimana kampus yang menjadi tempat Steve putus kuliah dan datangi lagi kebetulan unggul di dalamnya. Calligraphi bukan alasan Steve memilih kampus itu dan bukan itu yang dia cari tapi calligraphi ada dimana-mana dan Steve melihat hasilnya, yaitu poster-poster hebat.

Steve mengumpulkan titik-titik itu dan menghadiri kuliah calligraphi tersebut. Bertahun-tahun kemudian, saat dia sedang mendesign komputer Apple pertama, Steve menggunakan hal-hal pertama yang dia pelajari dialam mata kuliah calligraphi untuk mendesign rangkaian font komputer pertamanya.

Steve mengungkapkan bahwa Anda tidak menghubungkan titik dengan melihat di depan, tetapi Anda hanya bisa menghubungkannya dengan melihat ke belakang. Jadi, kamu harus yakin bagaimana titik-titik tersebut dapat terhubung ke masa depan. Anda harus yakin pada sesuatu, yakni karma, kehidupan, nyali, takdir, dan apapun itu bahwa dengan menyakininya Anda akan memperoleh kepercayaan diri untuk mengikuti hatimu bahkan saat hatimu membawamu keluar dari jalan yang biasa di tempuh dan itu akan menghadirkan perbedaan besar.

Ironis titik-titik yang terhubung saat ini menggantikan dot matrix. Dot matrix adalah jenis huruf yang digunakan oleh dinosaurus digital dan orang-orang pada tahun 1970an serta awal 1980an. Huruf tersebut jelek dan susah dibaca. Beruntungnya, Steve berjalan-jalan sehingga melihat poster-poster tersebut dan mendalami ilmunya yang hingga saat ini Anda dapat melihat font-font yang indah di komputer Anda. Bayangkan apabila dia hanya melihat tanggal di web, bermain twitter maupun facebook dan sosial media lainnya, hari ini kita pasti akan memakai dot matrix.

Alasan Steve Jobs Meyampingkan Pengunaan Sosial Media

Alasan berikutnya yang membuat Steve Jobs tidak bermain sosial media ialah dia paham betul bahwa bermain sosial media akan mengundang pihak ketiga atau pelacak yang dapat merugikan dirinya. Meskipun demikan, ini bukan berarti Anda harus berhenti bermain sosial media. Bermain media sosial adalah sesuatu hal yang seru, informatif, pekerjaan, dan tugas sekolah yang membutuhkannya. Cukup berperilaku yang aman saja dan apabila terjadi masalah hadapi dengan berani.

Pada usia 30 tahun, Steve Jobs dipecat dari perusahaannya sendiri. Dewan direksi Apple, memintanya untuk mundur. Tetapi Steve berkata, ini adalah hal terbaik yang pernah dia alami. Dia bebas untuk mejelajahi hal-hal baru dan mengumpulkan lebih banyak titik-titik yang baru sekali lagi.

Setelah itu, Steve Jobs mendirikan Pixar Animation Studios dan Next. Lalu, pada tahun 1996, Apple membeli Next dan Steve Jobs pulang ke perusahaannya dan semua ini terjadi sebelum Steve menemukan iPhone.

Jika Anda belajar hal baru kali ini, jangan lupa untuk mengisi menekan tombol lonceng notifikasi yang ada di sudut kiri bawah layar Anda dan subscribe dengan mengisikan alamat e-mail Anda di bawah halaman ini. Jangan lupa juga untuk membagikan artikel ini agar teman-teman yang lain juga tahu apa yang mereka tidak tahu.

Baca Juga : Alasan Untuk Tidak Mengisi Daya Ponsel Semalaman